Mimudaku Apresiasi Film “Nyai Ahmad Dahlan”

Kala di depan New Star Cineplex, Matahari Kudus Plasa

KUDUS-Sabtu (26/8) MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus (Mimudaku), menggelar acara tahunan, yakni Praktik Pembelajaran Lapangan (PPL). Namun, ada yang berbeda untuk tahun ini. Tahun ini, Mimudaku memilih untuk Nobar Film “Nyai Ahmad Dahlan” dalam mengisi kegiatan PPL. Kegiatan kami agak sedikit berbeda dengan yang lain. Sebab dalam hal ini kami tidak hanya menonton film secara bersama-sama. Akan tetapi, kami mencoba untuk mengapresiasi karya anak bangsa dengan cara menonton bersama film “Nyai Ahmad Dahlan”.

Sebelum berangkat ke tempat gedung bioskop di New Star Cineplex Matahari Kudus. Kami melaksanakan sholat dhuha terlebih dahulu. Kemudian, kami berangkat dari madrasah sekitar pukul 07.30 WIB. Kami membariskan sejumlah 1 elf kuning milik Mimudaku, 12 angkutan umum, dan sejumlah kendaraan pribadi milik wali murid. Sebab, ternyata beberapa wali murid juga sangat antusias untuk nobar film “Nyai Ahmad Dahlan”. Kami berjalan beriringan dari madrasah hingga sampai di parkiran. Sampai di depan gedung bioskop, kami disambut oleh LSBO PDM Kudus. Pemutaran film “Nyai Ahmad Dahlan” ini adalah kerja sama antara LSBO PDM Kudus dengan New Star Cineplex Matahari Kudus. Maka dari itu, kami tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk dapat menonton bersama film tersebut.

Langkah kami selanjutnya untuk dapat mengapresiasi film ‘Nyai Ahmad Dahlan” ini adalah dengan cara menganalisis unsur-unsur intrinsik drama (film termasuk salah satu jenis drama yang direkam dan dipublikasikan kepada khalayak). Untuk kelas kecil, kami kenalkan mereka tempat umum, seperti gedung bisokop, pasar swalayan (Matahari Mall Kudus), dan sekaligus mengajak mereka menonton bersama. Sedangkan untuk kelas besar kami tugaskan untuk dapat melaporkan hasil kunjungan ke gedung bioskop di New Star Cineplex Matahari Kudus dengan menulis beberapa paragraf dengan menggunakan kata-kata sendiri yang mudah dimengerti. Selain itu, kami juga menugaskan mereka untuk menganalisis unsur-unsur intrinsik drama dari film tersebut.

Jadi dalam hal ini, kami tidak ingin anak-anak didik kami hanya sekadar menonton saja. Akan tetapi, kami sangat berharap anak-anak didik kami dapat memahami perjuangan Nyai Ahmad Dahlan lewat analisis yang mereka buat. Paling tidak, mereka akan mengetahui tema, judul, pemain, tokoh, watak, latar, alur, gaya bahasa, serta amanat yang ada pada film tersebut. Hal yang paling mendasar untuk diketahui oleh anak-anak didik kami adalah si pembuat karya tersebut. Setidaknya anak-anak didik kami mengetahui siapa sutradara dan penulis cerita, sehingga dapat menghasilkan karya yang sangat luar biasa ini.

Kami juga mengajarkan kepada anak-anak didik kami, untuk selalu menghargai karya-karya orang lain tanpa harus mengintimidasi dan merendahkannya. Kami selalu ingin anak-anak didik kami dapat menghargai karya orang lain dan dapat membuat karya sendiri sesuai dengan kemampuan masing-masing yang dimiliki. Kami juga ingin mengenalkan bahwa karya sastra tidak hanya berupa puisi, prosa, cerpen, dan novel. Akan tetapi, karya sastra juga dapat berupa drama. Mereka pun juga harus tahu, bahwa drama yang dipentaskan di panggung biasa dikenal dengan istilah teater. Namun, perlu diingat bahwa drama tidak selalu dipentaskan, drama juga ada yang direkam dan dipublikasikan seperti halnya dengan sinema elektronik (sinetron) dan juga film. (keoshi/ Mimudaku)

 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Tim Mimudaku Ukir Prestasi Juara Umum 1 Tingkat Karesidenan Pati

KUDUS-Ahad (30/7) MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus (Mimudaku), ikut serta dalam Kejuaraan Pencak Silat SD/MI Tingkat Karesidenan Pati. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Kudus Al-Furqon Cup 2017, dalam rangka Milad Yayasan Masjid Alfurqon Burikan ke-29. Kejuaraan pencak silat SD/MI ini diselenggarakan pada tanggal 28-30 Juli 2017, bertempat di Aula Balai Desa Burikan. Kejuaraan ini merupakan serangkaian acara Milad  Yayasan Masjid Alfurqon, yaitu Kejuaraan Kudus Alfurqon Cup 2017, Ruqyah Massal bersama Ustadz Dhenok Aji Murti pada hari Ahad, 30 Juli 2017, dan Pelatihan Dinamik Coaching Neuron Linguistik Programing (NLP) bersama Mr. Amir Faisal pada hari Ahad, 30 Juli 2017.

Tim TSPM Pendekar dan Srikandi Mimudaku Ukir Prestasi Juara Umum I

Kejuaraan ini diikuti oleh 150 peserta yang berasal dari 20 kontingen se-Karesidenan Pati. Adapun kontingen tersebut berasal dari sekolah/ madrasah dan perguruan silat di Kabupaten Kudus. Selain itu, juga terdapat tamu istimewa dari Kabupaten Demak. Kami dari Kontingen MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus mengirim sejumlah 26 pendekar dan srikandi untuk mengikuti kejuaraan pencak silat tersebut. Alhamdulillah, Dewi Fortuna berpihak pada Tim Tangguh Mimudaku (Pendekar dan Srikandi). Para Pendekar dan Srikandi Mimudaku  kami, giat dan tekun selama berlatih. Bahkan mereka berlatih lebih keras dari yang lain. Ketika semua anak SD/MI Libur Akhir Semester, mereka tetap gigih berlatih untuk Kudus Alfurqon Cup 2017. Pada latihan pencak silat tersebut, anak-anak didik kami dipandu oleh Tim TSPM Kudus (Tapak Suci Putera Muhammadiyah).

Setelah sebelumnya pada waktu yang lalu, tim kami juga memenangkan Juara Umum II pada Perhelatan Akbar MILAD Muhammadiyah. Ini kali, kami dari Tim Mimudaku berhasil Mengukir Sejarah Baru yakni Menjadi Juara Umum I. Tim Mimudaku berhasil menyabet 5 medali emas, 4 medali perak, dan 5 medali perunggu. Untuk lima medali emas dibabat habis oleh Reynita Nurul Adha, Reynata Nurul Adha, Naila Nisrina Bahtiar, Aradhea, dan Tim Beregu Putri (Bunga, Rizka, Nabila). Selanjutnya empat perak diboyong oleh Audi Aulia Yumna, Hibat Naufila, Syahda Iqbal Pratama, dan Tim Beregu Putra (Reyhan, Adit, Agung). Kemudian lima perunggu diraih oleh Shellyana Umi Sholikhah, Nabhan, Nadia Ulya Yasmin, Ibrahim Bahtiar, dan M. Farizqi Mubarok.

Kami dari Keluarga Besar MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus mengucapkan Selamat kepada Para Sang Juara (Pendekar dan Srikandi Mimudaku). Semoga kalian selalu diberikan yang terbaik oleh Allah SWT. Kami berharap kalian selalu dapat bertindak rendah hati, pantang menyerah, dan juga senantiasa menjunjung tinggi nilai sprotivitas di manapun kalian berada.

Ustadzah Partini, selaku kepala MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus bertutur kata, “ Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua orang tua/ wali murid yang telah mendukung kegiatan ini, mohon doa dan kerja samanya. Semoga prestasi yang terukir di awal tahun pelajaran ini dapat disusul dengan prestasi-prestasi yang. Aamiin.”

Berikut curahan hati Bapak Shokeh, selaku koordinator Ekstrakurikuler TSPM Mimudaku. “Alhamdulillah, terima kasih untuk semua ustadz dan ustadzah yang telah membantu Kejuaraan Pencak Silat Kudus Alfurqon Cup 2017.” (keoshi/ mimudaku)

 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mimudaku Gelar Sosialisasi Sekaligus Luncurkan Program Tahunan

Sosialisasi Wali Murid Mimudaku

KUDUS-Sabtu (22/7) MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus (Mimudaku), menggelar Acara Sosialisasi Wali Murid Kelas 1-6. Dalam acara sosialisasi tersebut, Mimudaku juga meluncurkan program tahunan dari Kepala Madrasah. Acara sosialisasi tersebut dibuka oleh penampilan anak-anak yang tergabung dalam kelompok musik jawa, yakni anak-anak yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler unggulan dari Mimudaku. Kegiatan ekstrakurikuler tersebut adalah karawitan. Anak-anak membawakan tembang “Gugur Gunung”, “Suwe Ora Jamu”, dan lain sebagainya.

Kegiatan tersebut diawali dengan laporan sekaligus sambutan dari Kepala MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus. Kepala Madrasah menyampaikan bahwa untuk tahun pelajaran 2017/2018, Mimudaku melaksanakan Kurtilas (Kurikulum 2013), yakni dimulai dari kelas 1 dan kelas 4. Beliau juga menjelaskan bahwa yang melaksanakan Kurtilas bukan hanya dari Madrasah kami saja. Akan tetapi, pelaksanaan Kurtilas untuk tahun pelajaran 2017/2018 dilaksanakan oleh semua sekolah yang ada di Kabupaten Kudus dan sekolah tersebut terdiri atas berbagai jenjang pendidikan. Baik Tingkat Sekolah Dasar hingga Tingkat Sekolah Atas.

Kepala Madrasah juga menyampaikan ekstrakurikuler unggulan yang lainnya, yakni Anggar. Anggar dari tim sekolah kami telah melaju pada Lomba Tingkat Nasional, namun posisi kami masih dalam 16 besar. Oleh karena itu, tahun ini kami berharap lebih pada ekstrakurikuler anggar tersebut, agar dapat meraih posisi yang lebih tinggi lagi.

Program yang selanjutnya adalah Tahfidz Juz ke-30. Untuk tahfidz sudah kami laksanakan ketika acara akhirussanah, yaitu dengan menggelar Uji Tahfidz Terbuka. Dalam uji tahfidz terbuka ini telah kami uji kemampuannya dalam menghafal juz ke-30. Sebelum kami tampilkan dalam acara akhirussanah, kami uji dari pihak dalam terlebih dahulu. Para penguji tersebut memang andal dalam bidangnya. Penguji tersebut adalah Ustadz Subagiyo, Ustadzah Nurul Khikmah, dan Ustadzah Hanik Hidayati. Alhamdulillah yang benar-benar telah teruji lulus ada sebanyak 15 siswa. Kelima belas anak tersebut benar-benar telah teruji kemampuan menghafalnya. Kami buktikan dengan Uji Tahfidz terbuka ketika acara akhirussanah. Dalam acara akhirussanah, penguji datang dari wali murid, guru, tamu undangan, Komite Madrasah, Pengawas Madrasah Kec. Kota, hingga Ketua Majlis Dikdasmen PCM Kota Kudus.

“Alhamdulillah program ini telah berhasil membuahkan hasil kepada alumni atau lulusan dari sekolah kami, yakni Mimudaku. Hal tersebut terbukti, 53% dari anak didik kami yang lulus dapat diterima di Pondok, baik pondok dalam Kab. Kudus maupun Luar Kab. Kudus. Yakni sebanyak 17 anak didik kami berhasil masuk Pondok. Dua anak didik kami berhasil masuk Pondok Muallimin Yogyakarta, atas nama Anggito Abimanyu dan Muhammad Primus Fathoni. Salah satu anak didik kami berhasil masuk Pondok Gontor I, Jawa Timur atas nama Hasan Aulia Rahman. Dua anak masuk di pondok asal Yogyakarta. Kemudian Pondok asal Kendal, Klaten, Bojonegoro, Solo, masing-masing satu anak didik kami. Tidak ketinggalan kami juga mengirimkan anak-anak didik kami untuk menuntut ilmu di Pondok Muhammadiyah Kudus sebanyak 5 anak. Kami kirimkan ke MBS Muhammadiyah Kudus sebanyak 3 anak. SMP Muhammadiyah 1 Kudus sebanayak 6 anak. Sebagian kecil 3%, anak didik kami masuk MTsN, yakni hanya satu anak. Kemudian sebanyak 44%, anak didik kami menuntut ilmu diberbagai SMP terkemuka di Kab. Kudus”, papar Ustadzah Partini, selaku Kepala Madrasah.

Acaranya selanjutnya, sharing antara wali murid dengan pihak sekolah. Dalam season sharing ini, diwakilkan oleh 3 penanya. Yakni dari Bapak Ali Zamroni, wali murid dari Ananda Zayyana Muthia Aly, Bapak Sutrimo, wali murid dari Ananda Azkya Huwaidaa, dan Bapak Haris, wali murid dari Ananda Tata.

Acara berikutnya, Sambutan dari Komite Mimudaku, yakni Bapak Sulistiyanto. Beliau memaparkan dan banyak mengucapkan terima kasih kepada Mimudaku. Karena dua putranya berhasil masuk ke Pondok Muallimin Yogyakarta. Putra sulungnya masuk Pondok Muallimin pada dua tahun yang lalu. Putra keduanya masuk Pondok Muallimin Yogyakarta pada tahun ini. Beliau berharap, kedepannya akan lebih banyak lagi lulusan dari Mimudaku dapat mengikuti jejak senior-seniornya, yakni masuk Pondok Muallimin Yogyakarta ataupun masuk pondok-pondok Muhammadiyah lainnya. Beliau juga menuturkan bahwa pentingnya untuk tidak memaksakan kehendak terhadap anak. Beliau menitikberatkan pada revolusi budaya. Beliau menegaskan bahwa, biarkan anak memilih hal-hal yang disukainya meski hal tersebut bertentangan dengan apa yang orang tua inginkan. Karena mereka akan menjadi lebih hebat dari yang bayangkan sesuai dengan hal-hal yang disukainya. Hal tersebut dapat menjadikan anak-anak kita menjadi luar biasa. Beliau berharap sinergi antara wali murid dengan pihak sekolah tetap terjaga dan semakin mengakrabkan jalinan silaturahim.

Ada salah satu pengalaman dari seorang wali murid. Beliau ditanya, mengapa anak-anak yang pintar dan pandai dalam akademik malah disekolahkan ke pondok? Mengapa tidak disekolahkan SMP Negeri yang favorit saja? Beliau pun tanpa segan menjawab, “Kapan lagi pemimpin-pemimpin Negeri ini dipimpin oleh orang-orang islam yang pintar akademik juga pandai dalam agama islam. Karena 10 tahun yang akan datang, anak-anak kamilah yang akan menjadi pemimpin di Negeri ini. Jadi, inilah saatnya membuktikan bahwa pondok bukan diisi oleh orang-orang yang kurang pandai. Sekarang zaman sudah berubah, pondok-pondok di Negeri ini sudah diisi oleh orang-orang pandai dan cerdas. Mereka cerdas dalam akademik dan juga cerdas masalah agama.

Kami dari pihak dewan guru seketika menitikkan air mata ketika mendengar kata-kata tersebut. Hati kami bergetar mendengar pemimpin-pemimpin masa depan Negeri ini dipimpin oleh orang-orang pandai dan agamis. (keoshi/ Mimudaku)

 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Pendekar dan Srikandi Mimudaku Boyong 8 Medali di Kejurnas UNS Open 2017

Para Pendekar dan Srikandi Mimudaku

KUDUS-Ahad (21/5) MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus (Mimudaku), ikut serta dalam Kejurnas UNS Open 2017 Tingkat Nasional. Perhelatan akbar ini diselenggarakan oleh Jurusan Pendidikan dan Kepelatihan Olahraga UNS Angkatan 2014 pada Jum’at (19/5) hingga Ahad (21/5). UNS Open 2017 digelar di GOR Manahan, Solo. Ini merupakan kejuaraan yang digelar ke-6 kalinya. Kejuaraan ini diikuti oleh 907 anak yang dibagi menjadi 133 kontingen se-Indonesia. Adapun kontingen tersebut berasal dari sekolah, perguruan, atau bahkan kota/ kabupaten. Untuk kategori yang dilombakan adalah kategori tanding/ laga dengan interval kelas A sampai dengan L.

Fajar Syamsudin, ketua panitia, menyatakan baru tahun ini UNS Open diselenggarakan untuk tingkat nasional. “Baru kali ini tingkat nasional, yang lima tahun kemarin tingkat Provinsi Jateng,” kata Fajar kepada TribunSolo.com, di sela acara, Sabtu (20/5/2017). UNS Open 2017 juga dihadiri oleh Walikota Solo yakni Bapak FX Hadi Rudyatmo. Beliau memberikan kata sambutan pada pembukaan Ajang UNS Open 2017 di GOR Manahan Solo pada hari Jum’at (19/5) pukul 08.30 WIB.

Kami dari Kontingen MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus mengirim 8 anak untuk mengikuti  Kejurnas UNS Open 2017. Para pendekar dan srikandi kami giat dan tekun selama berlatih. Bahkan mereka berlatih lebih keras dari yang lain. Ketika semua anak kelas 1 hingga kelas 5 libur Ujian Nasional, mereka tetap gigih berlatih untuk Ajang UNS Open 2017. Pada latihan pencak silat tersebut, anak-anak didik kami dipandu oleh Tim TSPM Kudus (Tapak Suci Putera Muhammadiyah).

Alhamdulillah, anak-anak didik kami berhasil memboyong 8 Medali. Yakni 2 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Anak-anak sungguh luar biasa ketika di arena. Mereka telah berjuang dengan gigih dalam merebut tempat tertinggi di ajang tersebut. Untuk dua emas dibabat habis oleh Ananda Reynita Nurul Adha dan Ananda Audi Aulia Yumna. Selanjutnya tiga perak diboyong oleh Ananda Reynata Nurul Adha, Ananda Aditya Surya Pratama, dan Naila Nisrina Bahtiar. Kemudian tiga perunggu diraih oleh Ananda Aradhea, Ananda Muhammad Farizqi Mubarok, dan Ananda Rizki Mubarok.

Kami dari Keluarga Besar MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus mengucapkan Selamat kepada Para Sang Juara (Pendekar dan Srikandi Mimudaku). Semoga kalian selalu diberikan yang terbaik oleh Allah SWT. Kami berharap kalian selalu dapat bertindak rendah hati, pantang menyerah, dan juga senantiasa menjunjung tinggi nilai sprotivitas di manapun kalian berada.

Berikut curahan hati Bapak Shokeh, selaku koordinator Ekstrakurikuler TSPM Mimudaku. “Saya tidak punya kata-kata yang berarti, saya hanya berurai air mata ketika anak-anak didik kami meraih medali. Saya salut atas kerja keras pesilat-pesilat tangguh Mimudaku”. “Saya juga menangis ketika membaca kabar dari wa grup. Perjuangan dan kegigihan mereka telah mengharumkan nama Mimudaku. Semoga kedepannya akan lebih banyak lagi pesilat-pesilat tangguh Mimudaku”, kata salah seorang Ustadzah Mimudaku.

Setelah mendengar prestasi anak-anak Mimudaku, Ibu Kamad pun langsung berkata, “Alhamdulillah.. Anak-anak bisa diajak wisata di sekitar Solo untuk hiburan”. Dari pihak guru yang mendapingi langsung mengajak anak-anak Mimudaku untuk berwisata ke Taman Sriwedari. Mereka dengan penuh suka cita mencoba beberapa permainan yang disuguhkan oleh Taman Sriwedari.

Wali murid dari Ananda Audi berkata, “Inilah para pejuang Mimudaku di kejurnas UNS Open 2017, dan inilah juga para Srikandi Mimudaku. (keoshi/ mimudaku)

Sumber:
http://solo.tribunnews.com/2017/05/19/jumat-pagi-hadiri-uns-open-2017-jumat-malam-wali-kota-solo-akan-gowes-keliling-kota
http://solo.tribunnews.com/2017/05/20/panitia-uns-open-2017-senang-karena-bisa-pakai-gor-manahan-secara-gratis

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Ujian Madrasah dan Ujian Nasional sebagai Puncak Belajar selama 6 tahun

Suasana UN di Mimudaku 

Kudus-Senin (8 Mei 2017), MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus (MIMUDAKU) melaksanakan ujian madrasah selama satu minggu mulai hari Senin – Sabtu (8 – 13 Mei 2017), dilanjutkan dengan pelaksanaan ujian nasional selama tiga hari ke depan yaitu Senin – Rabu (15 – 17 Mei 2017). Siswa siswi MIMUDAKU terlihat semangat sekali dan sangat antusias. Mereka memasuki ruang ujian dengan yakin dan pasti bahwa kemenangan akan mereka raih yaitu berupa nilai yang bagus. Pikiran positif selalu tertanam dalam diri mereka. Hal tersebut pasti akan sangat membanggakan bagi diri mereka sendiri maupun bagi orang tua mereka. Adalah hal yang sangat membanggakan bagi MIMUDAKU apabila dapat mengantarkan siswa siswi MIMUDAKU meraih kesuksesan di dalam ujian madrasah maupun ujian nasional. Mendapat nilai yang bagus dengan jalan belajar merupakan buah dari kerja keras dan ketekunan dalam belajar sungguh-sungguh selama 6 tahun belajar di Madrasah Ibtidaiyah.

Suasana haru biru menyelimuti, tatkala mereka keluar dari ruang ujian. Perasaan plong dan lega sangat mereka rasakan di dada. Senyuman manis terukir di bibir para siswa siswi MIMUDAKU setelah memeras pikiran untuk mengerjakan soal-soal ujian madrasah yang berisi dengan soal-soal keagamaan Islam seperti: Fikih, al-Quran Hadits, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Arab dan Kemuhammadiyahan. Lalu dilanjutkan mata pelajaran umum seperti: Pendidikan Kewarganegaraan, Ilmu Pengetahuan Sosial, Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris. Dan sebagai puncaknya adalah ujian nasional 3 mata pelajaran yaitu: Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Ucapan syukur selalu dilantunkan oleh siswa siswi MIMUDAKU dan tak lupa selalu ada doa, usaha, ikhtiar dan tawakal dalam diri semua siswa siswi MIMUDAKU. (@nisya @gung/ mimudaku)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS
?>