Mimudaku Gelar Uji Tahfidz Terbuka Juz ke-30 untuk Membangun Generasi Qur’ani

Keduabelas siswa-siswi Mimudaku lolos Uji Tahfidz Terbuka

KUDUS – Ahad (10/6) MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus gelar uji tahfidz terbuka juz ke-30. Dalam acara akhirussanah wisuda VIII dan uji tahfidz terbuka ini dihadiri oleh beberapa tamu undangan penting dan sekaligus memberikan kata sambutan untuk acara  ini, antara lain Ketua Majelis Dikdasmen PCM Kota Kudus, dalam hal ini diwakili oleh Bapak Nurdin Rachmawan, S.Sos, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) Kec. Kota Kab. Kudus, dalam hal ini diwakili oleh Bapak H. Sukarjo, S.Ag., M.Pd., Komite MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus, dalam hal ini diwakili oleh Bapak Ismanto, S.Si.,M. Pd. (sekaligus perwakilan dari kelas VI), serta para wali murid MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus dari kelas 1-6. Acara akhirussanah wisuda VIII dan uji tahfidz terbuka juz ke-30 dipandu oleh dua Master of Ceremony (MC) cantik, yakni Ananda Shellyana dan Ananda Oktasya di bawah arahan Ustadzah Muzdalifah, S.Pd.I.

Adapun siswa-siswi yang lolos uji tahfidz terbuka setelah sebelumnya diadakan uji tahfidz tertutup ada sebanyak 12 siswa. Keduabelas siswa tersebut telah diuji baik secara tertutup maupun secara terbuka. Uji tahfidz secara tertutup dimotori oleh Ustadz dan Ustadzah yang ahli di bidangnya. Ustadz dan Ustadzah tersebut adalah Ust. Hanik Hidayati, S.Pd.I, Ust. Nurul Khikmah, S.Pd.I, Ust. Muzdalifah, S.Pd.I, Ust. Subagiyo, S.Ag., dan Ust. Jauli Muflih, S.H.I. Alhamdulillah mereka berduabelas dapat menunjukkan hasil dari hafalan selama belajar di Mimudaku. Dari keseluruhan 34 siswa, yang lulus uji tahfidz sebanyak 12 siswa. Dalam hal ini Mimudaku secara jelas lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Uji tahfidz terbuka ini, secara tidak langusng dapat membuktikan bahwa hafalan juz ke-30 Mimudaku, penilaiannya jelas secara obyektif bukan penilaian subyektif semata.

Dalam uji tahfidz terbuka juz ke-30, acara langsung dipandu oleh Ustadzah Hanik Hidayati, S.Pd.I. Ustadzah Hanik mempersilakan siswa-siswi berduabelas untuk menghafal Q.S. At-Takwir dan Q.S. Al-Muthaffifin secara bergantian. Kemudian Ust. Hanik mempersilakan para tamu undangan untuk menguji mereka secara terbuka. Kesempatan pertama adalah oleh Bapak Nurdin Rachmawan, S,Sos. beliau menguji Q.S. Al-Balad kepada Ananda Muhammad Farizqi Mubarak, hasilnya Ananda secara lancar dapat menghafal surat tersebut. Kesempatan yang kedua adalah oleh Bapak Pengawas Pendidikan Agama Islam Kec. Kota Kab. Kudus, beliau menguji Q.S. At-Takatsur kepada Ananda Lydia Rahma Zulva, hasilnya sangat luar biasa indah dan merdu. Begitu pula pada kesempatan-kesempatan yang lainnya, semua yang lolos uji tahfidz terbuka sungguh luar biasa.

Satu hal lagi yang membuat bangga dan terharu Mimudaku adalah ada salah satu siswa kelas VI yang telah menyelesaikan hafalannya hingga juz ke-29, subhanallah. Siswa tersebut adalah Ananda Rizqi Fauzan Diinul Haq. Meski target hafalan Mimudaku adalah hafal juz ke-30, akan tetapi siswa-siswi yang telah melampaui target tersebut diperbolehkan untuk melanjutkan. Demikian program unggulan dari salah satu madrasah di bawah naungan Majelis Dikdasmen PCM Kota Kudus, yakni MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus.

Acara tersebut juga dimeriahkan oleh beberapa penampilan yang cukup memukau pandangan mata, meski kala tampil di bulan Ramadan tak menyurutkan semangat mereka tampil maksimal. Penampilan dari Tim Paduan Suara Mimudaku membawakan sekaligus mengenalkan “Mars Mimudaku”  baik kepada seluruh civitas akademika maupun kepada masyarakat umum. Adapun Mars Mimudaku diciptakan oleh Ustadzah Partini, S.Pd.I dan diaransemen oleh Bapak Rian Hadi Prayitno (pelatih Tim Padus Mimudaku). Penampilan yang membuat tamu undangan bertepuk tangan dengan gemuruh adalah penampilan dari Sanggar Tari Muda Ceria membawakan tari kreasi dengan lagu “Cublak-Cublak Suweng dan Cingcangkeling”. Penampilan selanjutnya tak kalah menyedot perhatian publik, dua Srikandi cantik menampilkan Seni TSPM (mereka berdua meraih juara 2 Lomba PMR sebagai Duta PMR Tingkat Jawa Tengah). Penampilan selanjutnya adalah Trio Cantik Mimudaku, mereka berhasil membuat haru seisi Aula Muhammadiyah dengan lagu yang dibawakan “Mama” (mereka bertiga meraih juara 2 Lomba HW, cabang padus Tingkat Karesidenan Pati). (keoshi/ mimudaku)

 

Uswatun Khasanah Warnai Darul Arqom Mimudaku

 

Atas: Ustd. Subagiyo – KH. Subhan
Bawah: Ustd. Suprapto – KH. Sigit Mahmudi

Kudus – Kamis (31/05) Setelah menggelar pesantren ramadhan, MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus melanjutkan dengan Darul Arqam bagi guru dan karyawan.  Acara ini dilaksanakan di Aula Madrasah pada hari Kamis, 31 Mei 2018. Bertindak sebagai  narasumber adalah KH. Subhan dan KH. Sigit Mahmudi.

Kegiatan yang bertemakan Uswatun Khasanah ini mendapatkan uraian materi dari KH. Subhan sebagai berikut:

Dalam kehidupan sudah sewajarnya setiap orang memiliki  idola. Namun bagi seorang muslim idola yang terbaik adalah Rasulullah Muhammad SAW. Firman Allah SWT : “Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu…”

Diantara sifat-sifat Rasulullah SAW., yang diwarisi Sahabat Ali bin Abi Thallib al :

  1. Pemaaf, yakni memberikan maaf kepada orang lain yang berbuat salah tatkala marah.
  2. Dermawan, Sabda Rasulullah SAW, bahwa barang siapa yang memudahkan urusan orang lain, maka Allah SWT., akan memudahkan urusannya baik di dunia maupun di akhirat.
  3. Sanggup meninggalkan larangan dikala sendirian. Meskipun tidak ada seorangpun yang melihat, maka ia tidak akan melanggar larangan Allah SWT., karena yakin Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat.
  4. Jujur pd orang yang diharapkan sesuatu darinya. Dengan demikian, apa yang keluar dari lidahnya adalah sesuatu yang sebagaimana adanya.

Namun, menurut Ali bin Abi Tholib, banyak orang Islam yang belum mampu melaksanakannya.

Sedangkan KH. Sigit Mahmudi menekankan, bahwa sebagai orang yang ittiba’ pada Rasulullah Muhammad SAW., maka hendaklah setiap muslim senantiasa hanya mengharap ridha Alla SWT dalam setiap amalnya.

Selanjutnya, setiap muslim harus mempersiapkan bekal akhirat. Dengan persiapan akhirat maka Allah SWT akan berikan kebutuhannya di dunia (Qsm As Syura : 20).

Pada sesi terakhir, moderator (Ustadz Suprapto) memberikan kesempatan bagi guru/karyawan untuk bertanya. Semua pertanyaan dijawab oleh narasumber dengan jelas dengan mengetengahkan sumber-sumbernya yakni Al Qur’an dan Hadits.

Kegiatan ini diakhiri  sholat dhuhur berjama’ah para peserta.

 

MIMUDAKU

Ramadhan 1439 H, ke-15

(sby/ mimudaku)

Membuka Ruang Kreativitas

Ramadhan 1439 H, menjadi momen istimewa bagi siswa-siswi MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus. Pada kesempatan ini, pelaksanaan pesantren menitik-beratkan pada kegiatan siswa (student oriented). Siswa tidak lagi dianggap sebagai botol kosong yang bersifat pasif dan hanya menerima informasi guru. Namun, siswa ibarat botol yg telah berisi, sehingga selain menerima informasi ia juga memiliki kemampuan untuk menyampaikan pada orang lain.

Dengan dengan demikian kegiatan pesantren memberikan kesempampatan luas pd siswa untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh, untuk mengawali kegiatan, maka dalam acara pembukakan dilaksanakan sendiri oleh para siswa. semua petugas mulai dari MC, qori’, dan pembaca doa dilaksanak sendiri oleh siswa.

Memperluat peranan siswa, maka inti kegiatan dikemas dalam bentuk belajar kelompok kecil. Selain efektif, hal ini juga mendorong siswa berperan sebagai tutor sebaya. Siswa yg memiliki kelebihan tertentu dapat menularkan kemampuanya kepada temannya. Tanpa disadari sesungguhnya siswa telah memerankan dirinya sebagai pengajar sekaligus pembelajar.

Beberapa kegiatan lomba juga dikemas dalam bentuk antar kelompok. Dan sebelum lomba dimulai, maka setiap kelompok berkesempatan untuk berlatih bersama. Adapun guru hanya menjadi pendamping kegiatan yg bertugas membimbing, mengarahkan, serta memberikan motivasi agar tampil maksimal dlm setiap sesi.

Dengan model ini, selain antusias, siswa juga memiliki tanggung jawab yg besar atas kelancaran kegiatan. Adapun dari sisi sosial, hal ini merangsang siswa lebih intens dalam berinteraksi, sehingga tercipta kekompakan.

Secara sederhana, kegiatan ini telah mencerminkan penciptaan ruang pengembangan kreativitas siswa. Di mana siswa mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuannya melalui “panggung” nyata.

Secara individu muncul juga beberapa siswa yg belum pernah tampil di hadapan umum, “terpaksa” tampil memerankannya dirinya sebagai penceramah maupun pemimpin kelompok, yg semuanya membutuhkan kreativitas siswa.

Dengan model kegiatan seperti ini diharapkan siswa tidak gagap dalam menghadapi realitas masyarakat, yg mengharapkan aksi nyata.
Belajar yang baik adalah mengajar, demikian pepatah mengatakan.

Mimudaku, Ramadhan ketiga belas 1439 H. (sby/mimudaku)

GOOD PROCCESS LSS (Lomba Sekolah Sehat)

GOOD PROCCESS LSS (Lomba Sekolah Sehat)

Anak-anak Mimudaku Sangat Antusias dalam Menyongsong LSS

Mimudaku-Kudus (7/4) Seorang Kyai bertanya kepada kedua santrinya, “Apakah kalian bercita-cita dapat menunaikan ibadah haji?” Kedua santri menjawab, “Ya Pak Kyai.” Lalu Pak Kyai menyambung, “Kapan kalian akan haji?” Kedua santri menjawab,”kira-kira sepuluh tahun lagi, Pak Kyai.” Pak Kyai lalu berkata, “Apa yang sudah kalian lakukan untuk persiapan hajimu kelak?”

Salah satu santri menjawab, “Saya sudah menabung sejak 5 tahun yang lalu untuk biaya naik haji”. Pak Kyai menyahut, “Bagus, insyaallah cita-citamu menunaikan ibadah haji akan terkabul.” Lalu tibalah santri kedua menjawab, “Keinginan saya untuk menunaikan haji sudah bulat Pak Kyai, pokoknya cita-cita saya harus terwujud.” Pak Kyai bertanya, “Apa persiapan yang sudah kamu lakukan?” Santri terus menjawab, “Saya belum ada persiapan apa-apa Pak Kyai, kecuali hanya niat.” Mendengar jawaban tersebut, Pak Kyai berkata, “Cita-cita akan terbawa mati sebelum kau mewujudkannya.” mendengar kata-kaya tersebut, Sang Santri menunduk tanpa berani menatap lagi Pak Kyainya.

Bercermin dari cerita di atas, maka MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus mengajak pada segenap guru, karyawan, dan murid untuk melakukan persiapan dalam menyongsong LSS (Lomba Sekolah Sehat) dengan sebaik-baiknya.

Sebagai wakil MI Kec. Kota Kudus, mk madrasah bertekad memperoleh predikat juara I. Untuk mewujudkan tekad tersebut, maka pada hari Sabtu (7/4) dilakukan serangkaian kegiatan seperti, persiapan administrasi, penataan lingkungan, dan kebersihan madrasah. Dimotori oleh sie. UKS, maka segenap warga madrasah diajak menanam berbagai bunga, membuat hiasan dan membersihkan lingkungan madrasah. Semua kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyelaraskan antara cita-cita dan upaya untuk meraih hasil terbaik, maka diperlukan proses yang baik pula.

“Man Jadda wajada”, demikian pepatah Arab mengatakan. Hanya proses yang terbaiklah yang pantas mendapatkan hasil yang terbaik. Dengan demikian, serangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama ini, pada hakekatnya adalah dalam rangka menapaki proses yang terbaik dlm rangka mencapai hasil terbaik. Proses tersebut meliputi kesadaran warga madrasah akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. Selanjutnya kesadaran tersebut nampak pada keikut-sertaan mereka untuk merawat, menjaga kebersihan, dan keasrian madrasah.

Dengan langkah ini, semoga MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus berperan sebagai santri pertama dalam cerita di atas. Artinya segenap warga madrasah untuk sementara boleh, “membayangkan” bahwa piala LSS Kab. Kudus pantas menetap di MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus. (sby/mimudaku)

Mimudaku Ikuti Ceria Pandu Athfal HW se-Jateng

Mimudaku Ikuti Ceria Pandu Athfal HW se-Jateng

Peserta Kontingen Kwarda Kudus

Mimudaku – Kudus (Ahad, 01/04) Dengan semboyan “Siapa Menanam Siapa Mengetam”. MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus turut berpartisi mengirimkan 6 peserta Ceria Pandu Athfal. Di antara mereka yakni; Mas Kresno, Mas Gibran, Mas Ibat, Mbak Naila, Mbak Audi dan Mbak Nabila.

Ke-6 siswa ini merupakan bagian dari Kontingen Kwarda GKHW Kabupaten Kudus. Bertindak sebagai pendamping kegiatan ini adalah Ustadzah Dwi Marliana. Kegiatan yang menitik beratkan pada ta’aruf antar Pandu Athfal se-Jateng ini dilaksanakan dalam rangka membina kemandirian peserta.

Adapun Kwarda GKHW Kab. Kudus secara keseluruhan mengirimkan 2 kuntum putra dan 2 kuntum putri, yang masing-masing kuntum terdiri dari 10 peserta. Dengan demikian, total peserta dari kontingen Kwarda Kab. Kudus adalah 40 anak yang berasal dari siswa-siswi MI/SD Muhammadiyah se-Kab. Kudus.

Kegiatan yang dihelat di Dokdiklatpur (Depo Pendidikan dan Latihan Tempur) Klaten Selatan ini diikuti 1.250 peserta dari 34 Kab./Kota se-Jawa Tengah. Memahami keberagaman dalam kreativitas, serta saling kenal-mengenal merupakan tujuan utama kegiatan. Untuk itu kegiatan ini dikemas dalam bentuk pentas seni, out bound, pioneering, rihlah, dan hasta karya.

Kegiatan ini dibuka hari Jum’at, 30 Maret dan akan ditutup hari Ahad, 1 April 2018. “Sungguh berat menjadi kader Muhammadiyah. Ragu dan bimbang lebih baik pulang”, demikian pesan Jendral Sudirman yang menjadi salah satu penyemangat peserta untuk mengikuti kegiatan ini hingga tuntas. Lebih-lebih di tempat ini, para peserta setiap hari juga menyaksikan kebersamaan, kemandirian dan kedisiplinan para prajurit TNI yang siap diberangkatkan ke medan tempur setiap saat ini.

Lebih baik mandi peluh di medan latihan daripada mandi darah di medan tempur. Demikian salah satu slogan Prajurit TNI dalam menjalani menu latihan setiap hari. Semangat ini telah ditanamkan oleh salah satu perintis TNI, yakni seorang aktifis Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan yang tak lain adalah Panglima Besar Jendral Sudirman. Sosok sahaja dan disiplin kelahiran Rembang, Purbalingga yang mengawali karirnya sebagai seorang pendidik di SD Muhammadiyah Cilacap. (sby/ mimudaku)