Semarakkan Milad Muhammadiyah, Mimudaku Latih Siswa Wawancara

 

Peserta Jalan Sehat

KUDUS-Ahad (05/11) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kudus mengadakan beberapa kegiatan jelang Milad Muhammadiyah ke-105 M/ 108 H, MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus (Mimudaku), mengambil kesempatan ini untuk asah kemampuan siswa-siswi kelas 5. Kegiatan wawancara ini dalam materi mata pelajaran bahasa Indonesia semester 1, kelas 5. Oleh karena itu, pendidik mulai mengajarkan siswa-siswi untuk berani mewawancarai warga sekitar yang menngikuti kegiatan jalan sehat tersebut. Adapun dalam kelas tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok. Akan tetapi, yang akan ditampilkan adalah salah satu kelompok yang paling pertama mengumpulkan hasil wawancara tersebut. Adapun hasil wawancara tersebut sudah diubah menjadi sebuah narasi agar dapat dipresentasikan di kelas ketika pembelajaran di kelas sedang berlangsung.  Kelompok pertama yang menyebut diri mereka sebagai kelompok cerdas, mewawancarai salah seorang guru dari Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), yakni Ibu Muza. Kelomok cerdas tersebut mengumpulkan hasil wawancara atas nama Azkya Huwaidaa, Nabila Ahfa Rista, Risma Nabila Husnia, Verrel Pradipta, dan Nadya Ulya Yasmin.

Hasil wawancara dari kelompok cerdas dapat kita simak bersama, yakni sebagai berikut: “Jalan sehat ini dalam rangka Milad Muhammadiyah yang ke-105 M. Adapun rute kegiatan jalan sehat ini adalah dari Jl. KHR. Asnawi –  Perempatan Jember – belok kiri ke – Jl. Sunan Kudus – Alun-alun – belok ke kiri – sampai ke Lapangan Muhammadiyah Kota Kudus. Adapun peserta jalan sehat ini kira-kira 1.000 peserta. Peserta jalan sehat ini berasal dari instansi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Angkatan Pemuda Muhammadiyah. Doorprize utama dari jalan sehat ini adalah sepeda gunung. Acara ini dibuka oleh Ketua PDM Kudus, yakni Bp. Dr. Hilal Majdi. Jalan sehat ini diikuti sampai tingkat STIKES (Sekolah Tinggi Kesehatan) Kudus, dan ada bermacam-macam acara lainnya yang mengiringi. Acara-acara lainnya adalah lomba mewarnai TK/RA tingkat Kabupaten Kudus, lomba kaligrafi SD/MI, jalan sehat + baksos, nobar, dan kejuaraan TSPM. Jalan sehat ini merupakan rangkaian acara dari Milad Muhammadiyah ke- 105 M/ 108 H. Adapun tanggapan dari narasumber terkait jalan sehat ini, adalah jalan sehat ini menyenangkan, ramai, menyemarakkan, dan menyiarkan Muhammadiyah kepada masyarakat umum. Kesan dan pesan dari narasumber untuk kami, adalah beliau berharap kami selalu rajin belajar, shalat 5 waktu, dan selalu membantu kedua orang tua.”

Itulah hasil dari wawancara siswa-siswi Mimudaku yang ikut serta menyemarakkan Milad Muhammadiyah ke- 105 M/ 108 H. “Saya senang dan bangga kepada siswa-siswi Mimudaku. Sebab mereka dapat menjalankan tugas portofolio dengan baik, meskipun saya sedang berada di luar kota saat acara berlangsung, namun mereka tetap antusias untuk dapat menyelesaikan tugas tersebut. Semoga kalian menjadi penulis-penulis muda yang baik di kemudian hari,” tutur guru pengampu mata pelajaran bahasa Indonesia kelas 5.

 

Peserta Jalan Sehat Milad Muhammadiyah 105 M/108 H

Menurut Ibu Kepala Mimudaku yakni, Ibu Partini, S.Pd.I, beliau mengatakan bahwa kegiatan di luar kelas bagus untuk siswa-siswi mengenal banyak orang dan itu juga merupakan salah satu cara untuk dapat bersosialisasi terhadap masyarakat sekitar. Belajar itu tidak hanya akademik saja, akan tetapi menumbuhkan karakter yang agamis (pembiasaan sholat 5 waktu dan dhuha), berjiwa sosial (infaq setiap hari), dan berbudaya (mengenal masyarakat sekitar baik dari segi bahasa, kultur, adat istiadat, dan lain sebagainya) juga sangat penting untuk diajarkan. (keoshi/ mimudaku)

An Naba, An Naziat Dibabat Habis melalui Dhuha

Anak anak kelas 1 sholat dhuha berjamaah dengan melafalkan surat An Naziat: 1-46

Kudus-Rabu (15/3) MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus (MIM 2), sudah sejak lama melakukan pembiasaan sholat dhuha. Pembiasaan tersebut dilakukan sebelum memulai pelajaran. Pembiasaan ini dilakukan oleh semua siswa di MIM 2 Kudus, tanpa terkecuali satu pun jua. Sejak dini, anak-anak dilatih untuk disiplin waktu. Mulai dari bel berbunyi, anak-anak langsung dapat menempatkan diri untuk berbaris. Dilanjutkan dengan doa bersama disertai dengan arti.

Menurut Partini selaku Kepala MIM 2 Kudus, ia mengatakan bahwa beberapa hal yang dapat diambil dari program pembiasaan perilaku agamis pada khususnya, adalah pembiasaan sholat dhuha. Diantaranya yakni dapat menumbuhkan perilaku disiplin. Menumbuhkan dan membentuk karakter yang agamis akan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Oleh karena itu, hafalan surat pendek menjadi lebih maksimal. Sebab, setiap hari anak-anak melaksanakan sholat dhuha dan melafalkan surat pendek. Surat pendek yang dibaca oleh anak-anak MIM 2 Kudus yakni sesuai target masing-masing kelas. Untuk kelas 1 pada semester ganjil, anak menghafal Q.S. An-Naba: 1-40. Sedangkan pada semester genap, anak menghafal Q.S. An-Naziat: 1-46.

“Untuk menghafal sebuat surat, ada berbagai cara yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah dengan cara dihafalkan setiap hari saat sholat dhuha. Kita dapat memulainya dari satu hari satu ayat (one day one “ayat”). Alhamdulillah, anak-anak kelas 1 MIM 2 Kudus sudah hafal surat an-naba dan an-naziat dalam waktu kurang dari 3 bulan,” tutur Suaidah, wali kelas 1a. “Saya kira hal itu mustahil, namun apa boleh buat anak-anak MIM 2 Kudus yang sedang menghafal malah dapat memacu saya untuk bisa menghafalkan an-naba dan an-naziat seperti mereka,” Suaidah menambahkan.

Berikut adalah curahan hati dari guru kelas 1b, yakni Nurul Khikmah. Ia berkata, “Tahun ini adalah tahun yang berat bagi kami, wali kelas dan pendamping kelas 1. Hal tersebut dikarenakan oleh hafalan yang terlalu berat bagi anak kelas 1. Awalnya kami tidak yakin kalau anak-anak kami bisa hafal surat pendek sesuai target. Namun, kekhawatiran itu bisa kami imbangi dengan trik satu hari satu ayat. Bacaan satu ayat tersebut selalu kami baca ketika sholat dhuha. Alhamdulillah, ternyata dengan metode tersebut, anak-anak MIM 2 Kudus sudah hafal surat-surat pendek sesuai target, bahkan sebelum waktunya. Dengan membaca surat-surat pendek ketika sholat dhuha, hafalan anak lebih maksimal karena setiap hari dibaca.

Di lain pihak, Subagiyo selaku pendamping kelas 1a menuturkan sebagai berikut. Ia mengatakan bahwa sholat dhuha berjamaah dengan bacaan jahr, serta surat al-qur’an yang telah ditentukan merupakan kegiatan wajib pra pembelajaran bagi murid MIM 2 Kudus. Selain pembiasaan ibadah, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi menghafal terhadap ayat-ayat al-qur’an yang menyesuaikan karakteristik anak usia sekolah dasar. Anak usia sekolah dasar senang bermain, bergerak, kerja kelompok, dan melakukan secara langsung. Ia mengutip dari buku Dra. Desmita, M, Si. Psikologi Perkembangan Peserta Didik, Bandung: Rosdakarya cet.IV Hlm.35. Di mana pada kegiatan ini anak dapat mengeksplorasi kemampuan mendengar, mengucap, bergerak, dan merasakan. Sehingga, anak melakukannya dengan senang dan penuh perhatian. Dalam keadaan semacam ini memungkinkan anak lebih mudah untuk menghafal. Sementara itu, jika dilihat dari sudut pandang agama, Allah SWT menegaskan “Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-qur’an, dan sesungguhnya Kami tetap memeliharanya (Q.S. Al-Hijr: 9).

Wali murid juga tak kalah terkesan dengan program pembelajaran di MIM 2 Kudus. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai tuturan berikut ini. “Alhamdulillah anak saya jadi bersemangat untuk hafalannya dan semakin rajin untuk sholat,” kata wali murid Ananda Daffa. “Menurut saya kegiatan di MIM 2 Kudus sudah bagus, karena setiap hari sholat dhuha dan menghafal surat pendek,” tutur wali murid Ananda Farra. “Kalau untuk hafalannya, kayaknya tidak ada beban atau keluhan buat anak saya, kalau bisa settiap hari sholat dhuha terus,” kata wali murid Ananda Abi. “Sudah bagus bu, program di MIM 2 Kudus, hanya butuh pembiasaan di rumah,” wali murid Ananda Farras menambahkan. (Keoshi/ mimudaku)

ssst anak – anak sedang ujian

??????????????????????????????? Mendengar kata Ujian. Bukan hal baru buat siapa pun, baik itu guru atau pun murid. Insyallah mulai Senin, 04 Mei 2015 s/d Jum’at 08 Mei 2015. Siswa – siswi MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus sedang mengikuti ujian Madrasah. untuk itu mohon doanya untuk semua pembaca web. mimudaku.com agar siswa – siswi sukses dan dapat hasil yang terbaik. Amin …

Beberapa Tips Sukses Ujian dikutip dari http://belajarpsikologi.com/tips-cara-belajar-efektif-untuk-menghadapi-ujian/

Tips Cara Belajar Efektif Untuk Menghadapi Ujian

Setelah beberapa waktu lalu saya memberikan tips cara belajar yang baik, untuk kali ini saya juga akan memberikan tips cara belajar efektif untuk menghadapi ujian, karena saat ini teman-teman yang kita ataupun anak-anak kita yang sedang duduk dibangku sekolah sedang melaksanakan Ujian Sekolah dan dilanjutkan Ujian Nasional.

Untuk itu tidak ada salahnya mencoba beberapa tips cara belajar efektif untuk menghadapi ujian dibawah ini.

1.       Buat Suasana Belajar Yang Nyaman (kondusif)

Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain. Hal ini mengingat bahwa masing-masing anak memiliki gaya belajar sendiri-sendiri, sesuaikan dengan diri anda.

2. Pilih Waktu Belajar yang Tepat

Waktu belajar yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah. Jangan dibiasakan belajar dengan SKS (sistem  kebut semalam):D karena ini tidak memberikan manfaat tapi malah membuat kita lelah.

3. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari

Jika kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara belajar ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis. Hal ini perlu dikembangkan karena selain melatih kita untuk berfikir kritis juga akan lebih mengingat dan memahami materi yang baru saja kita pelajari.

4. Mencatat Pokok-Pokok Pelajaran

Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian. Atau kata lain membuat rangkuman materi yang kita pelajar. Bisa juga membuat peta konsep, karena ini akan menambah daya ingat kita akan materi pelajaran.

5. Membaca Adalah Kunci Belajar

Ingat pepatah lama mengatakan, buku adalah jendela dunia. Akan tetapi jika tidak dibaca hal ini juga sama saja, tidak ada artinya. Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.

6. Belajar Itu Memahami Bukan Sekedar Menghapal

Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.

7. Hapalkan Kata-Kata Kunci

Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

8. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari

Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara belajar ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.

9. Latih Sendiri Kemampuan Kita

Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.

10. Sediakan Waktu Untuk Istirahat

Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.

Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.

Yang terakhir adalah persiapkan mental (psikis) kalian, jika materi sudah anda kuasai tanpa didukung dengan mental (psikis) yang baik maka hal itu akan mengurangi kesiapan kita dalam menghadapi ujian. Tidak sedikit yang mengalami demam panggung (grogi, kurang pd) pada saat ujian, hal ini akan membuat konsentrasi kita terpecah dan materi pelajaran yang semula kita kuasa akan lupa pada saat ujian. Anggap ujian itu seperti ulangan harian saja, tidak usah takut, optimis kalau kita bisa.

Mudah-mudahan dengan sedikit tips cara belajar efektif untuk menghadapi ujian ini bisa bermanfaat bagi kita semua. Sukses buat yang sedang menghadapi ujian tahun ini. Amin

Bahan rujukan Tips Cara Belajar Efektif Untuk Menghadapi Ujian (vivanews.com)

Ki Hadjar Dewantara Terdidik dan Mendidik

Hari Pendidikan (Education Day) 2 Mei 2015, hari ini langit sungguh cerah dan udara sejuk bertiup menerpa seluruh warga MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus. Seakan memberi kami semangat untuk melaksanakan Upacara Memperingati Hari Pendidikan Nasional. Setelah Inspektur Upacara Bpk. Maswito menyampaikan amanat yang berapi-api, para peserta upacara tersentuh hatinya akan pentingnya pendidikan yang Islami.

Sejarah singkat Hari Pendidikan Nasional

Ki Hadjar Dewantara
Menteri Pendidikan Nasional Republik 220px-Ki_hajar_dewantara2Indonesia ke-1
Masa jabatan
2 September 1945 – 14 November 1945
Presiden Soekarno
Didahului oleh Tidak ada, jabatan baru
Digantikan oleh Todung Sutan Gunung Mulia
Informasi pribadi
Lahir 2 Mei 1889
Bendera Belanda Yogyakarta, masa Hindia Belanda
Meninggal 26 April 1959 (umur 69)
Bendera Indonesia Yogyakarta, Indonesia
Agama Islam

Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (EYD: Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hadjar Dewantara, EYD: Ki Hajar Dewantara, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro; lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 – meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun[1]; selanjutnya disingkat sebagai “Soewardi” atau “KHD”) adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.

Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Kementerian Pendidikan Nasional Indonesia. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Potret dirinya diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah tahun emisi 1998.[2]

Ia dikukuhkan sebagai pahlawan nasional yang ke-2 oleh Presiden RI, Soekarno, pada 28 November 1959 (Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959)[3].

dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara

 

Sang Jawara TeKwonDo MI Muh. 2 Kudus Program Khusus

IMG_02052015_111220 Dianugerahi bakat luar biasa menjadi hadiah terindah yang diberikan Allah ta’ala pada Mas Elang Fatahillah Asykar yang berprofesi sebagai Siswa MI MUH. 2 Kudus Program Khusus Kelas 5B. Sejak kecil, dia telah banyak berlatih sedikit demi sedikit sampai menjadi juara sekarang.

Tidak hanya bakat dibidang olah raga saja. Mas Elang panggilannya juga menekuni bakat dibidang Qiro’ah termasuk tampil dalam pengajian Ahad Pagi yang diselenggarakan Pemuda Muhammadiyah dan berprestasi dalam Akademik. dengan semangat “Tiada Hari Tanpa Latihan dan Doa” Kata Mas Elang

Segenap Ust  dan Ustadzah Mengucapkan Terima Kasih kepada Ananda Elang Fatahillah Asykar yang membawa nama harum MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus. Tingkatkan Terus Prestasimu. Maju Terus Madrasahku