Membuka Ruang Kreativitas

Membuka Ruang Kreativitas

Ramadhan 1439 H, menjadi momen istimewa bagi siswa-siswi MI Muhammadiyah 2 Kudus Program Khusus. Pada kesempatan ini, pelaksanaan pesantren menitik-beratkan pada kegiatan siswa (student oriented). Siswa tidak lagi dianggap sebagai botol kosong yang bersifat pasif dan hanya menerima informasi guru. Namun, siswa ibarat botol yg telah berisi, sehingga selain menerima informasi ia juga memiliki kemampuan untuk menyampaikan pada orang lain.

Dengan dengan demikian kegiatan pesantren memberikan kesempampatan luas pd siswa untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh, untuk mengawali kegiatan, maka dalam acara pembukakan dilaksanakan sendiri oleh para siswa. semua petugas mulai dari MC, qori’, dan pembaca doa dilaksanak sendiri oleh siswa.

Memperluat peranan siswa, maka inti kegiatan dikemas dalam bentuk belajar kelompok kecil. Selain efektif, hal ini juga mendorong siswa berperan sebagai tutor sebaya. Siswa yg memiliki kelebihan tertentu dapat menularkan kemampuanya kepada temannya. Tanpa disadari sesungguhnya siswa telah memerankan dirinya sebagai pengajar sekaligus pembelajar.

Beberapa kegiatan lomba juga dikemas dalam bentuk antar kelompok. Dan sebelum lomba dimulai, maka setiap kelompok berkesempatan untuk berlatih bersama. Adapun guru hanya menjadi pendamping kegiatan yg bertugas membimbing, mengarahkan, serta memberikan motivasi agar tampil maksimal dlm setiap sesi.

Dengan model ini, selain antusias, siswa juga memiliki tanggung jawab yg besar atas kelancaran kegiatan. Adapun dari sisi sosial, hal ini merangsang siswa lebih intens dalam berinteraksi, sehingga tercipta kekompakan.

Secara sederhana, kegiatan ini telah mencerminkan penciptaan ruang pengembangan kreativitas siswa. Di mana siswa mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuannya melalui “panggung” nyata.

Secara individu muncul juga beberapa siswa yg belum pernah tampil di hadapan umum, “terpaksa” tampil memerankannya dirinya sebagai penceramah maupun pemimpin kelompok, yg semuanya membutuhkan kreativitas siswa.

Dengan model kegiatan seperti ini diharapkan siswa tidak gagap dalam menghadapi realitas masyarakat, yg mengharapkan aksi nyata.
Belajar yang baik adalah mengajar, demikian pepatah mengatakan.

Mimudaku, Ramadhan ketiga belas 1439 H. (sby/mimudaku)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *